MAKALAH
STATISTIKA
UJI
NORMALITAS
Dosen Pengampu
DR. Masrukan M.Pd
Kelompok 3
Nafisatul
Chaliyyah (0102516026)
PROGRAM PASCASARJANA
PRODI S2 MANAJEMEN
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL.................................................................................................i
DAFTAR
ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
BAB I
PENDAHULUAN
Statistika
adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data,
pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan
data dan penganalisisan yang dilakukan (Sudjana, 2005:3). Kita sering mendengar
bahwa dalam uji statistik, data yang kita miliki harus diuji normalitasnya
terlebih dahulu. Sehingga pada makalah ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai
uji normalitas.
Uji
normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi
normal atau diambil dari populasi normal. Ada berbagai cara yang dapat
digunakan untuk menghitung uji normalitas, diantaranya Chi Square, Lilifoers, Kolmogorov-Smirnov, dan Shapiro Wilk.
Berikut ini akan diuraikan jenis pengujian normalitas, yaitu uji Chi Square, uji
Lilifoers,
dengan SPSS, dan dengan Microsoft Excel.
1. Bagaimana menguji normalitas menggunakan
uji Chi Square?
2. Bagaimana menguji normalitas menggunakan
uji Lilifoers?
3. Bagaimana menguji normalitas menggunakan
SPSS?
4. Bagaimana menguji normalitas menggunakan Microsoft Excel?
1. Untuk mengetahui uji normalitas
menggunakan uji
Chi Square.
2. Untuk mengetahui uji normalitas
menggunakan uji
Lilifoers.
3. Untuk mengetahui uji normalitas menggunakan
SPSS.
4. Untuk mengetahui uji normalitas menggunakan Microsot
Excel.
BAB II
PEMBAHASAN
Uji
normalitas data dengan teknik Chi Square (Chi Kuadrat) digunakan untuk menguji
normalitas data yang disajikan secara kelompok. Rumus yang digunakan adalah
sebagai berikut.
Keterangan :
= Nilai Chi Kuadrat
= Frekuensi Pengamatan
= Nilai expected/harapan, luasan interval
kelas berdasarkan tabel normal dikalikan N (total frekuensi) (
)
= total frekuensi
Langkah-langkah
yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Data sampel dikelompokkan dalam daftar
distribusi frekuensi, kemudian tentukan batas kelas intevalnya.
2. Tentukan nilai
dari masing-masing batas interval tersebut.
3. Hitung besar peluang untuk tiap-tiap
nilai
tersebut (berupa luas) berdasarkan tabel
.
4. Hitung besar peluang untuk masing-masing
kelas interval sebagai selisih luas dari point c.
5. Tentukan
untuk tiap kelas interval sebagai hasil kali
peluang tiap kelas (d)
dengan n (ukuran sampel).
6. Gunakan rumus Chi-Kuadrat di atas untuk
menentukan harga
hitung.
7. Apabila
, maka sampel berasal dari populasi yang
berdistribusi normal.
(Gunawan,
2013)
Contoh :
Pengukuran terhadap
tinggi mahasiswa tingkat pertama dilakukan dan diambil sebuah sampel acak
berukuran 100. Dicatat dalam daftar distribusi frekuensi, hasilnya sebagai
berikut:
TINGGI
100 MAHASISWA
|
Tinggi
(cm)
|
f
|
|
140
- 144
|
7
|
|
145
– 149
|
10
|
|
150
– 154
|
16
|
|
155
– 159
|
23
|
|
160
– 164
|
21
|
|
165
– 169
|
17
|
|
170
– 174
|
6
|
|
Jumlah
|
100
|
Telah dihitung:
Tabel
kerja menghitung normalitas
|
Batas Kelas (X)
(a)
|
Z
(b)
|
F(z)
(c)
|
Luas tiap kelas
interval
(d)
|
(e)
|
(f)
|
|
|
139,5
|
-2,26
|
0,0119
|
|
|
|
|
|
144,5
|
-1,64
|
0,0505
|
0,0386
|
3,9
|
7
|
2,464
|
|
149,5
|
-1,03
|
0,1515
|
0,1010
|
10,1
|
10
|
0,001
|
|
154,5
|
-0,41
|
0,3409
|
0,1894
|
18,9
|
16
|
0,445
|
|
159,5
|
+0,21
|
0,5832
|
0,2423
|
24,2
|
23
|
0,059
|
|
164,5
|
+0,83
|
0,7967
|
0,2135
|
21,4
|
21
|
0,007
|
|
169,5
|
+1,45
|
0,9265
|
0,1298
|
13,0
|
17
|
1,231
|
|
174,5
|
+2,06
|
0,9803
|
0,0538
|
5,4
|
6
|
0,067
|
pada tabel
untuk taraf signifikansi
. Dengan demikian, harga
sehingga Ho diterima. Jadi, terima berarti
sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
Apabila
data masih disajikan secara individu, maka uji normalitas data sebaiknya
dilakukan dengan uji Lilifoers, karena uji Lilifoers jauh lebih teliti
dibandingkan dengan uji
Chi-Kuadrat. Uji Lilifoers dilakukan dengan mencari nilai
yakni nilai
yang terbesar (Gunawan, 2013). Langkah-langkah
pengujian normalitas data dengan uji Lilifoers adalah sebagai berikut:
1. Urutkan data sampel dari yang kecil
sampai yang terbesar dan tentukan frekkuensi tiap-tiap data.
2. Tentukan nilai z dari tiap-tiap data
tersebut, dengan menggunakan rumus
(
dan
masing-masing merupakan rata-rata dan
simpangan baku sampel).
3. Tentukan besar peluang untuk
masing-masing nilai z berdasarkan tabel z dan diberi nama
.
4. Hitung frekuensi kumulatif relatif dari
masing-masing nilai z dan sebut dengan
hitung proporsinya, kalau
, maka tiap-tiap frekuensi kumulatif
dibagi dengan n. Gunakan nilai
yang terbesar.
5. Tentukan nilai
hitung selisihnya, kemudian bandingkan
dengan nilai
dari tabel Lilifoers.
6. Jika
maka Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan
bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Contoh:
Misalkan sampel dengan data:
23,
27, 33, 40, 48, 48, 57, 59, 62, 68, 69, 70 telah diambil dari sebuah populasi.
Akan
diuji hipotesis nol bahwa sampel ini berasal dari populasi dengan distribusi
normal.
Dari
data di atas didapat
dan
. Agar mudah dimengerti, setelah
mengikuti langkah-langkah tersebut di atas, sebaiknya hasilnya disusun seperti
dalam daftar berikut.
|
|
|
|
|
|
|
23
|
-1,65
|
0,0495
|
0,0833
|
0,0338
|
|
27
|
-1,41
|
0,0793
|
0,1667
|
0,0874
|
|
33
|
-1,05
|
0,1469
|
0,2500
|
0,1031
|
|
40
|
-0,62
|
0,2676
|
0,3333
|
0,0657
|
|
48
|
-0,14
|
0,4443
|
0,5000
|
0,0557
|
|
48
|
-0,14
|
0,4443
|
0,5000
|
0,0557
|
|
57
|
0,40
|
0,6554
|
0,5833
|
0,0721
|
|
59
|
0,53
|
0,7019
|
0,6667
|
0,0352
|
|
62
|
0,71
|
0,7612
|
0,7500
|
0,0112
|
|
68
|
1,07
|
0,8577
|
0,8333
|
0,0244
|
|
69
|
1,13
|
0,8708
|
0,9167
|
0,0459
|
|
70
|
1,19
|
0,8830
|
1
|
0,1170
|
Dari
kolom terakhir dalam daftar di atas didapat
. Dengan
dan taraf nyata
, dari tabel didapat
yang lebih besar dari
sehingga hipotesis nol diterima. (
)
Kesimpulannya
adalah bahwa populasi berdistribusi normal.
Formula
yang digunakan pada uji normalitas menggunakan SPSS adalah Kolmogorv-Smirnov (KS). Formula uji KS sama dengan uji Lilifoers.
Sebagai contoh perhitungan dibawah ini terdapat data tentang nilai ujian Mata
Kuliah Statistika tahun 2015.
Nilai
ujian Mata Kuliah Statistika
|
No
|
Kode
|
Nilai
|
No
|
Kode
|
Nilai
|
|
1
|
EKS-01
|
65
|
14
|
EKS-14
|
95
|
|
2
|
EKS-02
|
75
|
15
|
EKS-15
|
100
|
|
3
|
EKS-03
|
75
|
16
|
EKS-16
|
55
|
|
4
|
EKS-04
|
100
|
17
|
EKS-17
|
100
|
|
5
|
EKS-05
|
80
|
18
|
EKS-18
|
50
|
|
6
|
EKS-06
|
90
|
19
|
EKS-19
|
55
|
|
7
|
EKS-07
|
60
|
20
|
EKS-20
|
95
|
|
8
|
EKS-08
|
100
|
21
|
EKS-21
|
80
|
|
9
|
EKS-09
|
60
|
22
|
EKS-22
|
60
|
|
10
|
EKS-10
|
45
|
23
|
EKS-23
|
100
|
|
11
|
EKS-11
|
65
|
24
|
EKS-24
|
70
|
|
12
|
EKS-12
|
60
|
25
|
EKS-25
|
60
|
|
13
|
EKS-13
|
80
|
|
|
|
Adapun
langkah-langkah pengujian normalitas adalah sebagai berikut:
1. Aktifkan program SPSS 20 dan kemudian
masukkan data-data pada kolom nilai pada tabel di atas pada Data View.
2. Buka Variable
View kemudian ubahlah karakter-karakter data tersebut mulai dari Name sampai dengan Measure.
3. Klik menu Analyze
Descriptive Statistics
Explore, sehingga muncul kotak dialog
berikut.
4. Pindahkan variabel Nilai pada kotak Dependent List.
5. Pada menu Display plih Plots.
6. Klik tombol Plots. Setelah muncul kotak dialog Explore Plots, pilih dan klik Normality
plots with test dan kemudian klik tombol continue.
7. Klik tombol OK pada kotak dialog Explore,
sehingga akan muncul output SPSS sebagai berikut.
|
Tests of Normality
|
||||||
|
|
Kolmogorov-Smirnova
|
Shapiro-Wilk
|
||||
|
Statistic
|
df
|
Sig.
|
Statistic
|
df
|
Sig.
|
|
|
Nilai
|
,156
|
25
|
,120
|
,906
|
25
|
,024
|
|
a. Lilliefors Significance Correction
|
||||||
Gambar Hasil output uji normalitas
Hipotesis
uji normalitas di atas adalah :
: variabel nilai
berdistribusi normal
: variabel nilai
berdistribusi tidak normal
Penerimaan atau penolakkan
pada hasil perhitungan
SPSS 20 cukup dilihat nilai Sig. pada Kolmogorov-Smirnov.
Jika nilai Sig. KS lebih besar dari tingkat
yang ditentukan
sebelumnya maka
diterima. Sebaliknya,
jika nilai Sig. KS lebih kecil dari tingkat
yang ditentukan
sebelumnya maka
ditolak.
Jika
ditentukan sebelumnya nilai
atau
dan berdasarkan hasil
output SPSS diatas, terlihat nilai Sig. KS
atau
. Karena nilai Sig. KS lebih besar dari
maka dapat disimpulkan
bahwa
diterima. Hal itu berarti
data-data pada variabel nilai ujian mata kuliah statistika tahun 2015 untuk 25
mahasiswa mengikuti distribusi normal.
Masih menggunakan datatentang nilai ujian Mata Kuliah
Statistika, akan diuji normalitas menggunakan Ms. Excel 2007. Berikut
langkah-langkahnya:
1.
Setelah Ms. Excel 2007 dibuka maka ketiklah data yang akan diuji. Susunlah
data dari kecil ke besar. Setiap ditulis sekali meskipun ada data yang sama.
2.
Periksalah data, berapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi
harus ditulis).
3.
Mencari
. Sebelumnya kita
cari terlebih dahulu Standar Deviasi (Simpangan Baku) dan rata-rata tersebut.
Mencari nilai
z:
Cara mencari
:
Cara mencari
S(z):
Cara mencari
4.
Kesimpulan yang didapat adalah:
BAB III
1. Uji normalias data bertujuan untuk mengetahui data
yang diperoleh dari hasil penelitian berdistribusi normal atau tidak, hal ini
dilakukan untuk mempermudah perhitungan dan analisis data yang diperoleh dari
lapangan.
2. Metode Chi Kuadrat, Lilifoers, dengan SPSS dan dengan Microsoft Excel dapat
digunakan dalam menguji kenormalan suatu distribusi data.
1. Makalah ini membahas tentang uji
normalitas, diharapkan bagi teman-teman yang membaca makalah ini memberikan
kritik dan saran yang membangun serta menjadikan makalah ini jauh lebih
sempurna.
Aminudin,
M. 2014. Modul Teori dan Praktikum
Analisis Data. Semarang : FKIP Unissula.
Gunawan,
Muhammad Ali. 2013. Statistik untuk
Penelitian Pendidikan. Yogyakarta : Parama Publishing.
Sudjana.
2005. Metoda Statistika. Bandung :
Tarsito.
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
NILAI
KRITIS UNTUK UJI LILIEFORS
|
|
Taraf
nyata a
|
||||
|
0.01
|
0.05
|
0.10
|
0.15
|
0.20
|
|
|
n = 4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
25
30
n > 30
|
0.417
0.405
0.364
0.348
0.331
0.311
0.294
0.284
0.275
0.268
0,261
0.257
0.250
0.245
0.239
0.235
0.231
0.200
0.187
1.031
|
0.381
0.337
0.319
0.300
0.285
0.271
0.258
0.249
0.242
0.234
0.227
0.220
0.213
0.206
0.200
0.195
0.190
0.173
0.161
0.886
|
0.352
0.315
0.294
0.276
0.261
0.249
0.239
0.230
0.223
0.214
0.207
0.201
0.195
0.289
0.184
0.179
0.174
0.158
0.144
0.805
|
0.319
0.299
0.277
0.258
0.244
0.233
0.224
0.217
0.212
0.202
0.194
0.187
0.182
0.177
0.173
0.169
0.166
0.147
0.136
0.768
|
0.300
0.285
0.265
0.247
0.233
0.223
0.215
0.206
0.199
0.190
0.183
0.177
0.173
0.169
0.166
0.163
0.160
0.142
0.131
0.736
|